Glory Monkey Kembali Dengan Barisan Serta Nuansa Yang Lebih Menjanjikan.

Glory Monkey, adalah sebuah nama grup band Melodic Punk yang berdomisili di Singosari – Malang. Sebuah band yang menggagas tema tentang kehidupan dengan cara dan sudut pandang mereka sendiri ke dalam lirik dan musik yang beramunisikan Ropik (gitar/vocal) Iyun (gitar) Nizar (bass) dan Edo (drum). Kenapa mereka menamai band mereka dengan sebutan Glory Monkey? mungkin kata “Monkey” sudah terdengar sangat ringan di telinga anak belia hingga lansia. Tetapi mereka memiliki alasan di balik pertanyaan ”kenapa” itu sendiri . “Glory Monkey” yang berarti monyet berjaya. Filosofi monyet itu sendiri adalah, mereka definisikan sebagai hewan yang memiliki sifat lucu, lembut, liar dan tidak bisa diam. Ya, seperti berkaca dari keempat pemuda ini sendiri yang memang berperilaku lucu dan aneh aneh, lembut di kehidupan sosial atau percintaan mereka sendiri maupun di skena luas, berperilaku liar diatas panggung ataupun di belakang, tidak bisa diam untuk terus menggeluti belantika musik itu sendiri dan mereka ingin berjaya dalam hal tersebut. Nama itu sendiri di cetuskan dari bibir seorang kerabat mereka bernama Igo dan permanen hingga sekarang. Sedikit mengulik sejarah awal terbentuknya band ini. Lahir di tempat dimana sejarah street punk Kota Malang di mulai yakni Singosari. Tepatnya pada pertengahan tahun 2009 Berangkat dari pertemanan seekor edo dan ropik yang gemar sekali dengan omong bodoh, bokep dan pembahasan lain yang tidak penting sama sekali. Dengan semangat remaja yang masih prematur, di gandenglah seorang bassis/vocal yang di kenal dengan sebutan Iqbal. Dari situlah mereka rajin sekali untuk mengekspresikan bakat mereka di studio musik dan mengikuti banyak festival band kala itu .

Seakan yakin dengan eksistensi, di tengah maraknya musik metal dan street punk kala itu mereka tetap yakin dengan genre melodic relation yang diusungnya . Akhirnya mereka sepakat untuk meresmikan Glory Monkey yang di tandai dengan dibuatnya halaman facebook band ini sendiri pada 28 September 2010. Sejak itu mereka mulai menggelitiki panggung-panggung seputaran Kota Malang mulai dari pensi sekolah sampai beberapa komunitas dengan memasukan rizky yang akrab di sapa Kintun untuk mengkomplitkan format mereka di bagian rhytem guitar Dan mulai menggarap single pertama pada tahun 2011 yang berjudul “Musnah”.

Direkam semi-track di salah satu studio recording bernama Virtuoso dan hanya diselesaikan dalam waktu 20 menit saja. “Waktu itu hanya di record 20 menit saja karena kebetulan kita juga rekaman barengan sama temen kita semangat 69 , jadi waktu sejam itu dibagi dan hasilnya juga alakadarnya aja hehe ” tandas edo saat bertemu dengan crew Undisputed Media. Pergerakan mereka terus berlanjut dengan di rilisnya 2 Demo mereka di tahun 2012 yang bertajuk “Kesedihan Bukanlah Sebuah Kehancuran” dan “Tinggalkan Masalalu”. Sejak saat itu mereka sangat rajin me-manstrubasi-kan panggung sekitaran Kota Malang, Batu dan beberapakali di Kota Pasuruan . Mereka semakin kecanduan dengan panasnya dapur rekaman, Glory Monkey merekam demo version ke-empat mereka sekitar tahun 2013 dengan meng-cover “Song For My Brother” lagu dari salah satu band punk lawas yakni “No Lip’s Child”. kemudian di tahun berikutnya terjadi keretakan dalam rumah tangga mereka, sang vokalis iqbal harus angkat kaki dari band karena masalah internal dan disusul kintun 4 bulan berselang. Otomatis hanya tersisa 2 pilar saja, Edo dan Ropik yang masih konsisten dengan jalan mereka, dan mau tidak mau untuk rehat sejenak dari rana hiburan lokal waktu itu.

Tetap mengabdi pada konsistensi mereka, 2016 menjadi tahun comeback bagi mereka, dua pemuda yang juga adalah personil asli Glory Monkey ini sendiri sepakat untuk bangun kembali band mereka. Terilhami dari band tersohor seperti New found glory, Useles ID, Rufio, I Call Five, Tiny Moving Parts, Seaway, dll. Mereka kembali meramu musik dengan lebih dewasa dan fleksibel serta lirik dengan sudut pandang yang lebih luas lagi dengan cara mereka sendiri. Setelah bergabung nya Nizar dari “Born On May” untuk mengisi posisi bassist, band ini seakan semakin komplit dengan masuknya Iyun yang juga gitaris dari band “ST.Heuristik” di posisi sayap kanan. Awal tahun 2017, adalah menjadi titik balik Glory Monkey yang di tandai dengan dirilisnya single terbaru mereka yang berjudul “Kuatkan Kepastian”. Hingga sekarang empat ekor pemuda ini tetap eksis dari pangung ke panggung, beberapa komunitas, hingga gigs lokal seputaran Kota Malang. Dan kabarnya mereka sekarang sedang dalam proses penggarapan LP atau album pertama mereka yang akan di masak di dapur rekaman pada tahun depan.

Glory Monkey Site :

Facebook : GLORY-MONKEY

Instagram : @glorymonkeypunk

Contact : 082140811741