"Minor 7" Debut Album Ska Era Baru Milik Skastra

Peremajaan agar terus berkembang.

Skastra adalah band berhaluan ska yang terbentuk pada penghujung Oktober 2015 di pelataran kampus FIB UI, Depok. Setelah beberapa waktu mengalami dinamika keluar-masuk personil, saat ini Skastra mantap beranggotakan tujuh orang, yakni: Alduri Asfirna (vocal), Ibrahim Rahman (drum), Rasmana Raga (bass), Adi Ahdiat (guitar), Fazrin Mustakin (guitar), Hanung T. Wibawa (keyboard), dan Taufiq Alkatiri (trumpet). Baru baru ini mereka resmi merilis Debut Albumnya dengan title "Minor 7" dalam sebuah Album Launch pada tanggal 18 Mei 2017 bertempat di Mondo by the Rooftop, Jakarta.

"Minor 7" adalah album penuh pertama Skastra, berisi sembilan buah lagu yang semuanya baru. Dalam album ini Skastra mencoba memadukan irama khas Jamaica dengan berbagai gaya musik yang sangat variatif, mulai dari jazz, blues, swing, reggae, surf-rock, hingga keroncong. Berbeda dengan EP “Renjana” yang digarap dengan metode live recording, materi materi di album "Minor 7" ini direkam dengan metode track recording demi mengejar kualitas sound yang lebih rapi dan maksimal. Lewat berbagai eksplorasi musikal ini, pada akhirnya Skastra berharap bisa ikut meluaskan khasanah serta perbendaharaan musik ska di Indonesia. Dalam album ini Skastra mencoba memadukan irama ska dengan berbagai varian musik yang memiliki karakter berbeda. Dalam lagu "Hilang Asa" dan "Rumah" misalnya, Skastra membalut ketukan santai rock steady dengan liukan nada-nada jazz. Sementara dalam "Seratus Persen" dan "Lagi-Lagi", kocokan ska dibuat beriringan dengan aroma swing yang kental. Dalam lagu "Kembang Gula" kita juga bisa menikmati persilangan antara hentakan one drop dengan centilnya petikan bass keroncong. Eksplorasi musikal semacam inilah yang berusaha disajikan Skastra dalam keseluruhan album "Minor 7". "Ska itu tergolong musik yang udah tua, ya. Karena itu kami mencoba mengkreasikan ulang musik ska supaya bisa terasa fresh dan seksi lagi, khususnya buat pendengar muda," terang Hanung sang keyboardis. "Dalam proses kreatifnya kami banyak terinspirasi dari band-band ska yang berkembang di Jepang, kayak Miceteeth dan Tokyo Ska Paradise. Mereka itu banyak mencampur ska dengan jazz, jadi nggak terpaku sama ska tradisional Jamaica atau ska-punk Inggris aja. Semangat eksplorasi genre itu sih yang kita angkat dan kita terapkan dalam pembuatan lagu-lagu Skastra," papar Adin sang gitaris. Album “Minor 7” diproduksi di bawah label rekaman Lisan Records. Rilisan fisik dalam bentuk CD tersebut sudah dapat kalian dapatkan dengan harga 35rb. Budidayakan selalu rilisan fisik brur !.

Facebook : SkastraID

Instagram : @skastra

Soundcloud : skastra

Contact Booking : Ambar 0856-9550-6400